Bantul, 14 April 2026 – Berdasarkan surat di tanggal 9 April 2026 No: 94/DST/C/AL.04.02/2026 oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mengumumkan penerimaan hibah nasional maka dengan pengumuman itu diucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Para Dosen Program Studi Animasi yang telah berhasil meraih Pendanaan Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026. Pendanaan Hilirisasi Riset Prioritas dengan Skema Ajakan Industri merupakan program yang memberikan kesempatan kepada industri menawarkan gagasan pengembangan produk baru atau diversifikasi kepada dosen peneliti di Perguruan Tinggi yang sudah memiliki teknologi relevan melalui proses kompetisi lelang teknologi. Mekanisme ini mengusung pendekatan ajakan industri, yaitu kolaborasi berbasis kebutuhan nyata industri yang dijawab oleh kapasitas riset perguruan tinggi.
Program ini merupakan program bergengsi di mana proposal yang didanai untuk skema ajakan industri berjumlah 271 proposal. Dengan 87 judul proposal merupakan proposal lanjutan tahun 2025. Sedangkan 184 judul merupakan proposal yang lolos di tahun 2026. 271 judul merupakan proposal yang didanai untuk seluruh Indonesia, sedangkan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari 6 judul proposal lanjutan tahun 2025 dan 19 judul proposal yang lolos di tahun 2026.
Salah satu dari 271 judul proposal se-Indonesia yang didanai merupakan proposal dari Tim Dosen Program Studi Animasi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), ISI Yogyakarta. Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Samuel Gandang Gunanto, S.Kom., M.T., berhasil dinyatakan lolos dan menerima pendanaan dalam program bergengsi Hilirisasi Riset Prioritas (BOPTN) Tahun Anggaran 2026 melalui Skema Ajakan Industri. Program yang diinisiasi oleh Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi ini bertujuan untuk menjembatani hasil riset di lingkungan perguruan tinggi agar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak langsung bagi industri serta masyarakat luas. Adapun proyek riset yang diangkat dalam penelitian ini berjudul:
“Revitalisasi IP ‘Emak-Emak Matic’: Dari Game Kasual Menuju Ekosistem Literasi Digital Berbasis Video”
Riset ini fokus pada pengembangan kekayaan intelektual (IP) lokal agar tidak hanya berhenti sebagai produk hiburan, tetapi bertransformasi menjadi sebuah ekosistem literasi digital yang edukatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kekuatan utama dari skema ini adalah adanya sinergi nyata dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Tim Dosen Prodi Animasi menggandeng PT Educa Sisfomedia Indonesia (Educa Studio) sebagai mitra industri utama. Kolaborasi ini melibatkan Andi Taru Nugroho Nur Wismoyo, S.Kom., M.Cs., selaku Direktur Utama PT Educa Sisfomedia Indonesia, yang bertindak sebagai praktisi pendamping sekaligus penggerak hilirisasi produk ke pasar.
Keberhasilan ini didukung oleh komposisi tim yang ahli di bidangnya masing-masing:
- Ketua Peneliti: Dr. Samuel Gandang Gunanto, S.Kom., M.T.
- Mitra Industri: Andi Taru Nugroho Nur Wismoyo, S.Kom., M.Cs. (PT Educa Sisfomedia Indonesia)
- Anggota Peneliti: Rahmat Aditya Warman, S.Pd., M.Eng.
- Anggota Peneliti: Akhmad Syaiful Anwar, S.Ds., M.Ds.
- Anggota Peneliti: Nurhadi, S.Sn., M.Sn.
Dengan lolosnya pendanaan bergengsi ini, diharapkan Prodi Animasi ISI Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai pionir pengembangan konten digital kreatif di Indonesia. Produk hasil hilirisasi ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan angka literasi digital melalui pendekatan yang menyenangkan (fun learning) sesuai dengan karakteristik audiens di Indonesia.
Selamat dan sukses kepada seluruh tim peneliti. Semoga riset ini memberikan kebermanfaatan luas bagi kemajuan industri animasi dan edukasi nasional! (Humas Prodi Animasi)







